ARTI KEKAYAAN

Posted by OneVision

Arti kekayaan

Apa arti kekayaan menurut Anda? Arti kekayaan semakin lama semakin berkembang dengan semakin berjalannya waktu, semakin berjalannya usia, semakin berjalan pengetahuan, semakin bertambahnya wawasan, dan semakin berkembangnya kebajikan dalam diri kita.
Mungkin pada saat ini Anda bertanya-tanya dalam hati tentang pertanyaan saya atau Anda sudah menemukan jawabannya dalam pikiran Anda. Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda. Karena setiap orang tidaklah sama. Mulai dilihat dari gen, sifat-sifat, maupun pengaruh luar kita seperti lingkungan kita yang terdiri dari keluarga, teman, tokoh idola, dan sebagainya.
Semakin berjalannya waktu pengertian kita terhadap arti kekayaan semakin bertambah. Ketika kita masih kecil, kita menganggap bahwa kekayaan adalah salah satu hal dapat menyenangkan kita karena dapat memenuhi keinginan kita. Masih teringatkah oleh Anda? Ketika meminta uang kepada ibu anda untuk membeli permen. Betapa senangnya kita dapat membeli barang yang kita sukai. Kemudian kita lihat teman kita dapat membeli permen lebih banyak dari kita. Kita berpikir, “Enak ya!! Punya banyak uang, bisa beli banyak permen”. Terbukti bahwa sejak kecil manusia tidak pernah puas.
Semakin berjalannya waktu. Semakin berkembang lagi pengertian kita tentang kekayaan. Kita melihat dalam masyarakat kita bahwa orang yang memiliki harta yang banyak akan lebih dihormati di dalam masyarakat daripada orang yang memiliki harta pas-pas-an. Apalagi orang yang memiliki harta sedikit. Setelah memahami hal ini, kita berusaha mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Mulai dari belajar sungguh-sungguh, memulai membuat usaha sendiri, mencari jabatan, dan lain sebagainya. Semua ini kita lakukan agar kita mendapatkan kehormatan yang diberikan oleh masyarakat kita.
Dalam periode ini, apabila seseorang kurang memiliki agama yang kuat dan moral yang lemah, maka ia akan mencari kekayaan ini dengan cara yang salah. Mereka tidak mau berusaha keras. Mereka hanya mau cara cepat. Tidak peduli apakah ia akan membohongi orang lain atau membohongi dirinya sendiri.
Setelah orang ini berhasil mendapatkan kekayaan yang ia dambakan. Rumah yang mewah dengan kemegahannya, aksesoris perabotan yang mahal, dekorasi interior yang memukau, dekorasi taman yang luar biasa, mobil mewah keluaran terbaru. Memang secara kasat mata, secara sepintas orang akan melihat kekayaannya. Kemudian orang lain akan mengganggapnya adalah orang terhormat.
Tetapi, setelah orang ini berbicara kepada orang lain. Barulah kita dapat menilai n seberapa terhormat orang ini. Kita dapat melihat sifat-sifat seseorang dari segala perkataannya. Selain itu, kita juga dapat menilai dirinya dari matanya. Mengapa demikian? Karna mata tidak pernah berbohong.
Dari orang seperti ini kita akan mendengar kata-kata yang sombong. Kita akan dengar kerakusan dirinya terhadap harta. Kita akan dengar dirinya yang tidak puas terhadap harta. Ia masih sangat haus dengan harta kekayaannya. Ia tidak pernah puas. Dalam dirinya kita dengar bahwa ia akan mencari harta lebih banyak lagi. Padahal kita sudah tahu bahwa ia sudah mempunyai banyak harta. Biasanya orang yang seperti ini akan menjadi orang yang kikir.
Misalkan pada saat membayar uang parkir sebesar Rp. 2000. Ia akan mengeluh, “Wah, kemahalan tuh!”. Padahal kalau kita bandingkan dengan rumahnya yang mewah dan mobilnya yang mahal. Uang sebesar Rp 2000 tidaklah seberapa. Apabila ada pengemis meminta-minta, ia akan berkomentar “Ah, ngapain ngasih dia. Dia itu males makanya bisa kayak begitu”. Kalau pendapat saya mengenai pengemis yang meminta-minta adalah kalau punya kelebihan uang silahkan berikan, bila tidak punya jangan komentar. Kita tidak tahu pasti mengenai keadaan pengemis ini. Bisa saja ia benar-benar sangat miskin dan belum makan sama sekali. Selain itu, apabila kita menjadi pengemis itu apakah kita mau mengalami kehidupan pengemis itu.
Kesimpulannya adalah orang yang seperti diatas memang terhormat secara kasat mata, terhormat terhadap orang yang belum mengenal dia, dan terhormat dari sisi hartanya saja. Tetapi, apabila kita sudah mengetahui karakter dan sifat-sifatnya dia. Kita akan berkata sungguh hina orang ini.
Selain itu, juga terdapat orang yang memiliki karakter dan sifat sebaliknya. Ia memiliki agama yang kuat dan moral yang kuat pula. Ia dapat berpikir tentang kepuasan harta. Ia mengetahui bahwa keinginan mengenai besarnya harta tidak akan ada habis-habisnya. Selalu saja merasa kurang.
Walaupun begitu, hal ini tidak membuatnya malas dalam mencari harta sebanyak-banyaknya. Ia akan mencari harta sebanyak-banyak selama tidak bertentangan dengan agamanya dan prinsip hidupnya. Ia tahu bahwa apabila kekurangan harta dapat menjerumuskan dalam kerusakan.
Kemudian setelah beberapa lama dalam hidupnya. Ia menemukan bahwa kesenangan yang didapat dari harta yang digunakan untuk dirinya sendiri tidaklah sebesar kesenangan yang didapat dengan menggunakan hartanya untuk menyenangkan orang lain.
Ia senang apabila melihat pengemis yang bersyukur karna ia berikan uang. Ia senang melihat kaum miskin yang merasa sangat tertolong dengan pemberiannya. Ia belajar bahwa bantuan yang tidak seberapa dari dirinya. Ternyata merupakan suatu rahmat yang luar biasa bagi orang lain.
Walaupun orang ini kaya, kita akan melihat bahwa orang ini tidaklah sombong. Tidaklah haus akan harta duniawi. Kita akan melihat semua ini dari perkataannya, dari caranya berbicara, dan dari perbuatannya.
Orang pertama kali bertemu dengannya akan menghormatinya karna kekayaannya. Tetapi, apabila sudah mengenal orang ini, ternyata ia lebih terhormat lagi.
Anda telah melihat dua tipe orang dari sisi kekayaan yang sukses. Anda sudah mengetahui mana yang terbaik menurut anda. Anda adalah manusia yang dapat menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Di dalam perjalanan kehidupan kita, kita akan menjadi salah satu dari dua tipe orang ini. Tipe orang manakah yang anda pilih? Semua terserah anda dan semua tergantung kepada anda seorang.
Itulah tadi pembahasan kita mengenai kehormatan dilihat dari sudut pandang kekayaan. Bagaimanakah kehormatan apabila dilihat dari sudut pandang keindahan fisik, otak yang cerdas, dan otot yang kuat? Anda dapat melihat sesuatu yang sama terhadap kehormatan dari berbagai sudut pandang.
Kehormatan didapat hanyalah apabila seseorang dapat menjadi orang yang sangat bermanfaat bagi orang lain.

Apa arti Kekayaan Bagi Orang-orang Kaya?

Hasil studi yang dilakukan oleh Barclay’s Wealth Insight baru-baru ini cukup memberi gambaran bahwa perspektif “menjadi kaya” tak selalu sama di mata parathe haves dari berbagai kawasan di dunia. Untuk orang Asia menjadi kaya berarti ia mendapat kehormatan, namun tak berarti seperti itu yang didapat para borjuis yang ada di belahan dunia lain.
Nah, seperti apa arti “kaya” bagi mereka? Barclay’s Wealth melakukan survei pada 2.000-an orang kaya di 20 negara dengan kekayaan investible (harta yang bisa digunakan untuk investasi) minimal 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp 13,6 miliar). Berikut ini poin-poinnya.
Mendapat Rasa Hormat
Respek alias rasa hormat akan didapat orang jika ia kaya. Pendapat ini setidaknya dialami oleh 49% orang Asia dan 47% orang Amerika Latin. Rasa hormat karena alasan kekayaan ini didapat dari keluarga ataupun teman. Sedangkan mereka yang berada di Eropa dan Amerika Serikat respek seperti itu hanya didapat oleh 28% dan 36% responden.
Bisa Beramal
Sekitar tiga perempat (75%) orang kaya di Amerika Serikat dan Amerika Latin menyebutkan dengan menjadi kaya mereka jadi punya kesempatan untuk berderma. Sedangkan di Asia dan Eropa cuma masing-masing 57% dan 66% yang menganggap menjadi kaya berarti menambah kesempatan untuk berderma.
Meraih Kebahagiaan
Sebanyak dua pertiga (66,7%) orang kaya di Eropa dan Amerika menyebutkan bahwa kekayaan membuatnya bahagia. Tetapi soal bahagia karena kaya jauh lebih dirasakan oleh orang Asia dan Amerika Latin dengan masing-masing diakui oleh 76% .
Jadi Contoh Sukses
Kurang dari separuh orang kaya Amerika Serikat dan Eropa mengakui bahwa menjadi kaya akan menjadikannya role model (contoh) bagi orang lain sebagai figur sukses. Sedangan mereka yang tinggal di Amerika Latin dan Asia peran itu hanya dirasakan oleh 71% dan 61%.
Belanja Sesuai Keinginan
Bagi orang kaya Eropa menjadi kaya berarti ia punya lebih banyak kesempatan untuk membeli apa yang mereka kehendaki seperti berwisata atau membeli barang-barang interior. Sedangkan bagi orang Amerika Latin, dengan menjadi kaya berarti ia punya banyak kesempatan untuk investasi di bidang pendidikan. Sementara bagi orang Amerika Serikat, menjadi kaya berarti kesempatan berdermanya lebih banyak.
Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Dengan menjadi kaya, apa yang Anda rasakan?
Apa Arti Kekayaan Bagi Anda???
Apa arti kekayaan bagi anda?….Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan email dari Tung desem waringin. Didalam email itu tung desem menjelaskan tentang arti kekayaan yang sesungguhnya. Tulisan berikut adalah mengenai kekayaan dan bagaimana cara mencapainya.
Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.
Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka harus mulai menjual asset atau berhutang.
Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang 10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang masuk tanpa harus bekerja.
Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju, tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya 1,2 juta USD/tahun.
Pertanyaan penting kali ini adalah:
1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?
2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive income lebih besar dari biaya hidup?
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksa dana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan passive income lebih besar dari biaya hidup.
Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin.
Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kenapa orang miskin semakin miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.
Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
Seberapa cepatkah anda menjadi kaya?
Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya.
Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan
untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan
sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya.
Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja akan sulit sekali untuk menjadi kaya.
Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.
Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin.
Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki
“Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka
merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.
“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.
Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan
rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan
rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.
Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:
1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu . Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;
2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go!
3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama
atau belajar kepada orang tersebut.
4. Gunakan faktor kali atau leverage.
Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.
Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

 
Traffic website EUROPALACE CASINO LAS VEGAS Europalace William Hill